Kamis, 04 September 2014

Makalah Sejarah

MAKALAH SEJARAH
 “INDONESIA BAGAIKAN MUTIARA DARI TIMUR”



untitled.pngj.png





Disusunoleh :
1.      Dewi Anggraeni  (07)
2.      Edo Permana R K (09)
3.      Fendi Hardiyanto ()
4.      Imbas Arta R R ()
5.      Refani Ajeng A ()















DAFTAR ISI

















































BAB I
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang
Latar belakang kedatangan bangsa asing ke Indonesia adalah akibat kekayaan indonesia yang bisa dikatakan bagaikan mutiara dari timur. Yang dimaksud mutiara dari timur ialah kekayaan alam indonesia yang membuat negara dnegara penjajah berbondong bondong datang ke nusantara ini. Kedatangan mereka juga mengakibatkan meletusnya perang delapan puluh tahun antara Belanda dan Spanyol (1568-1648). Pada awalnya, perang antara Belanda dan Spanyol bersifat agama karena Belanda mayoritas beragama kristen protestan sedangkan orang Spanyol beragama kristen katolik. Perang tersebut kemudian menjadi perang ekonomi dan politik. Tujuan kedatangan  Belanda ke Indonesia adalah untuk berdagang rempah-rempah. Setelah berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan keuntungan yang besar, Belanda berusaha untuk mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah dan menjajah. Untuk melancarkan usahanya, Belanda menempuh beberapa cara seperti pembentukan VOC dan pembentukan pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.
Pada awal abad XIX Jawa Setelah pemerintahan Inggris berakhir, yaitu pada tahun 1816, Indonesia kembali dikuasai oleh Pemerintahan Hindia-Belanda. Pada masa ”kedua” penjajahan ini, yang sangat terkenal adalah sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Van den Bosch. Pelaksanaannya pun dimulai pada tahun 1830. Terdapat ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan sistem tanam paksa tersebut. Namun pada akhirnya, dalam praktek sesungguhnya terdapat banyak penyimpangan-penyimpangan.
Terdapat perbedaan antara penerapan sistem sewa tanah yang dilaksanakan oleh Raffles serta sistem tanam paksa yang dilaksanakan oleh Van den Bosch. Keduanya membawa dampak yang tidak sedikit bagi kehidupan bangsa Indonesia.
Dalam perkembangan sampai dengan paruh pertama abad ke-19, kebijakan selain bidang perekonomian, dalam bidang pendidikan juga tidak diabaikan oleh pemerintah Hindia-Belanda, tetapi itu hanya masih berupa rencana dari pada tindakan nyata. Dalam periode itu pemerintah harus melakukan penghematan anggaran, biaya untuk menumpas Perang Dipenogoro (1825-1830), dan untuk pelaksanaan Culturstelsel.
Dalam rangka usahanya menguasai Indonesia,Belanda secara licik menjalankan politik pecah belah,sehingga kerajaan-kerajaan yang saling bertentangan itu menjadi lemah.Kesempatan inilah digunakan oleh Belanda untuk menjajah Indonesia.

B.Rumusan Masalah

1.Mengapa kepulauan indonesia disebut sebagai mutiara dari timur?
2.Bagaimana sejarah kedatangan bangsa asing di nusantara?
3.Apa saja Perlawanan Rakyat terhadap penjajah Hindia-Belanda?
4.Apa penyebab berakhirnya sistem pemerintahan Hindia-Belanda di Indonesia?






























BAB II
PEMBAHASAN
1.    Sebab indonesia disebut mutiara dari timur
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut.SedangkanImperialisme ialah sebuah [kebijakan] di mana sebuah negara besar dapat memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain agar negara itu bisa dipelihara atau berkembang.Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi korban kolonialisme dan imperialisme, karena wilayah indonesia yang strategis juga mempunyai kekayaan yang sangat melimpah. Akibatnya Indonesia menjadi sasaran para penjajah untuk menguasai wilayah maupun perdagangan di Indonesia. Karena banyaknya negara barat yang menginginkan kekayaan Indonesia maka nusantara ini juga dijuluki ‘Kepulauan Indonesia bagaikan mutiara dari timur’. 


2.    Sejarah Kedatangan Hindia-Belanda di Indonesia
Bangsa belanda datang ke indonesia pertama kali pada tahun 1596. Rombongan bangsa belanda yang dipimpinoleh Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer ini membawa empat buah kapal. Setelah menempuh perjalanan selama empat belas bulan, pada 22 Juni 1596, mereka berhasil mendarat di Pelabuhan Banten. Inilah titik awal kedatangan Belanda diNusantara.. Kunjungan pertama tidak berhasil karena sikap arogan Cornelis deHoutman. Pada 1 Mei 1598, Perseroan Amsterdam mengirim kembali rombongan perdagangannya ke Nusantara di bawah pimpinan Jacobvan Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck. Dengan belajar dari kesalahan Cornelis deHoutman, mereka berhasil mengambil simpati penguasa Banten sehingga parapedagang Belanda ini diperbolehkan berdagang di Pelabuhan Banten.
Tujuan kedatangan belanda ke indonesia adalah untuk berdagang rempah-rempah. Setelah berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan keuntungan yang besar, belanda berusaha untuk mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah dan menjajah.
Selain itu pemerintah Belanda juga membuat perserikatan dagang yakni VOC.

VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktifitas perdagangan di Asia.Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat.Perusahaan pembagiaan saham.Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja,tetapi badan dagang ini istimewa karena di dukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa.Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain.Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.VOC terdiri 6 bagian (kamers),yang terdapat di Amsterdam,Miiddelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft, Hoom dan Rotterdam.
Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.

Tujuan utama dari pembentukan VOC adalah sebagai berikut :
1.Menguasai pelabuhan penting.
2.Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3.Melaksanakan monopoli perdagangan di Indonesia.
4.Mengatasi persaingan antara Belanda dengan pedagang Eropa lainnya
Secara luas VOC bertujuan mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.
Yang mempunyai kebijakan yang bisa dianggap kejam,yakni :

1.Petani rempah-rempah hanya boleh bertindak sebagai produsen hak jual-beli hanya dimiliki VOC
2.Panen rempah-rempah harus di jual kepada VOC dengan harga yang ditentukan oleh VOC.
3.Barang kebutuhan sehari-hari seperti peralatan rumah tangga,garam,dan kain harus dibeli dari VOC dengan harga yang ditentukan VOC.
Perluasan pengaruh VOC berlangsung setelah VOC berkedudukan di Batavia. Setelah menguasai Batavia,VOC menenamkan pengaruh politik di kerajaan Banten. Kemudian,VOC bergerak ke timur dan berhasil memperlemah kerajaan mataram di Jawa Tengah melalui perjanjian Giyanti dan perjanjian Salatiga. Sedangkan Makassar,VOC berhasil menenamkan pengaruh politiknya melalui perjanjian Bongaya.
Di Maluku,VOC menenamkan pengaruh politiknya melalui perjanjian dengan penguasa setempat. Dengan itu,VOC mengadakan perjanjian untuk saling membantu menghadang pengaruh Portugis. Dengan Ternate,VOC mengadakan perjanjian dalam rangka menanamkan pengaruhnya di Selat Barat,Luhu,
Hampir 2 abad VOC mengalami kejayaan dan berkuasa mutlak di Indonesia (abad ke-17 dan ke-18) banyak keuntungan dari monopoli perdagangan rempah-rempah dan campur tangan secara politis di berbagai wilayah.
Pada akhir abad ke-18 organisasi ini mengalami kebangkrutan,dan tanggal 31 Desember 1799 VOC di bubarkan. Bangkrutnya VOC itu ditandai oleh buruknya kondisi keuangan serikat dagang tersebut. Dengan kas yang kosong dan utang yang menumpuk,VOC kemudian tidak dapat lagi menjalankan kegiatannya. Berikut ini faktor-faktor penyebab bangkrutnya VOC :
1.Para pegawai VOC banyak yang melakukan korupsi.
2.Banyak pegawai VOC yang tidak cakap sehingga pengendalian monopoli perdagangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
3.VOC banyak menanggung utang akibat peperangan yang dilakukan baik dengan rakyat Indonesia maupun dengan Inggris.
4.Kemrosotan moral dikalangan para penguasa akibat sistem monopoli perdagangan.
5.Tidak berjalannya verplichte leveranti (penyerahan wajib) dan preanger stelsel (aturan pringan) yang di maksudkan untuk mengisi kas VOC yang kosong.
6.Banyak prajurit VOC yang mati akibat menghadapi perlawanan rakyat.

2.Kebijakan-kebijakan pada Pemerintahan Hindia-Belanda






Kebijakan Pemerintahan pada Masa DAENDELS
Setelah VOC bubar,Herman Wiiliam Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia,dengan tugas pokoknya,antara lain :
1)Mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris
2)Mengatur pemerintahan di Indonesia
Untuk menjalankan tugas-tugasnya Daendels melakukan beberapa tindakan,antara lain sebagai berikut :
1)Membentuk pasukan dari orang-orang Indonesia.
2)Mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
3)Membangun pangkalan armada di Merak dan Ujung kulon.
4)Mendirikan benteng-benteng pertahanan.
5)Membangun Jalan Raya Anyer- Panarukan.
Beberapa cara yang di lakukan Daendels untuk mendapatkan dana agar dapat menjalankan tugasnya antara lain :
1)Contingenten : mewajibkan penduduk untuk menyerahkan sebagian hasil buminya sebagai pajak.
2)Verplichte Leverentie : mewajibkan penduduk menjual hasil buminya kepada pemerintahan Belanda dengan harga yang di tentukan.
3)Menjual tanah negara kepada pihak swasta.
4)Pringer Stelsel : mewajibkan penduduk priangan untuk menanam kopi yang hasilnya di serahkan kepada pemerintahan Belanda.
Pemerintahan Daendels di Indonesia menimbulkan penderitaan rakyat karena Daendels bertindak kejam terhadap rakyat. Daendels mengeksploitasi kekayaan alam dan tenaga rakyat Indonesia yang menimbulkan kebencian rakyat. Selain itu Daendels melakukan kesalahan dengan menjual tanah pemerintahan kepada para pengusaha swasta. Akibatnya pada tahun 1811 Daendels di tarik kembali ke Belanda dan di gantikan oleh Janssens.
Kebijakan Pemerintahan Pada Masa JASSENS
Gubernur Jendral Janssens ternyata seorang Gubernur Jendral yang lemah,buktinya ketika Inggris menyerang Janssens terpaksa harus menyerah dan menandatangani perjanjian Kapitulasi Tuntang 17 Desember 1811.
Isi perjanjian Kapitulasi Tuntang adalah :
1)Seluruh militer Belanda menjadi tawanan Inggris.
2)Utang pemerintahan Belanda tidak di akui Inggris.
3)Indonesia harus diserahkan kepada Inggris.
Kekalahan Janssens disebabkan oleh :
1)Tidak terjalinnya hubungan kerjasama dengan raja-raja di Indonesia.
2)Angkatan perang warisan Daendels kurang kuat.
3)Janssens kurang cakap memimpin pemerintahan

Kebijakan Pemerintahan pada Masa RAFFLES
Dengan penandatangan Kapitulasi Tuntang tanggal 17 Desember 1811,Belanda harus menyerahkan Indonesia kepada Inggris di bawah pimpinan Stamoford Raffles yang berkedudukan di Batavia.
Raffles menerapkan kebijakan-kebijakan antara lain :
1)Membagi pulau Jawa menjadi 16 karesidenan.
2)Melarang perdagangan budak
3)Menghapus segala bentuk penyerahan wajib semasa Daendels
4)Menghapus peran Bupati sebagai pemungut pajak
5)Memberlakukan sistem sewa tanah (Landrent)
Akan tetapi sistem pajak sewa tanah (Land rent) pada masa Raffles mengalami kegagalan,sebab :
1)Sulit menentukan jumlah pajak yang harus di bayar
2)Tidak ada dukungan dari para Bupati
3)Pajak sewa tanah harus dibayar dengan uang,padahal rakyat belum mengenal sistem peredaran uang.
Pemerintahan Raffles berakhir tahun 1816 dikarenakan berdasar perjanjian London yang di tandatangani Inggris dan Belanda tahun 1814, Inggris harus menyerahkan kembali tanah jajahan yang di rebut dari Belanda termasuk Indonesia. Pada tanggal 19 Agustus 1816 Inggris di wakili John Fendell dan pihak Belanda di wakili oleh Boyskes,Elout,dan Van Der Cappelen.
Dalam pemerintahannya yang singkat Raffles juga berjasa,yaitu :
1)Menyusun buku History of Java
2)Menemukan Bunga Raffesi
3)Merintis terbentuknya Kebun Raya Bogor.




3.      Perlawanan Rakyat terhadap penjajah Hindia-Belanda
Monopoliperdagangan, kerjapaksa, penarikanpajak, sewatanah, dantanampaksamenimbulkanbanyakkerugiandanmembuatsengsararakyat Indonesia.Rakyat Indonesia tidaktahanlagi.Rakyat Indonesia melakukanperlawananmemperjuangkanmartabatdankemerdekaannya.Dari seluruhpenjurutanah air timbulperlawananterhadappenjajahBelanda.Perhatikanpetaperlawanan-perlawanan yang terjadipadaGambar 6.6 di halaman 136 atas! Kita akanmembahasbeberapa di antaranya.


a. Perlawananterhadap VOC
Padasaat VOC berkuasa di Indonesia terjadibeberapa kali perlawanan.Padatahun 1628 dan 1629, Matarammelancarkanseranganbesar-besaranterhadap VOC di Batavia.Sultan Agungmengirimkanribuanprajurituntukmenggempur Batavia daridaratdanlaut.Di Sulawesi Selatan VOC mendapatperlawanandarirakyat Indonesia di bawahpimpinan Sultan Hassanuddin.Perlawananterhadap VOC di PasuruanJawaTimurdipimpinolehUntungSuropati.Sementara Sultan AgengTirtayasamengobarkanperlawanan di daerahBanten.


b. PerlawananPattimura (1817)
Belandamelakukanmonopoliperdagangandanmemaksarakyat Maluku menjualhasilrempah-rempahhanyakepadaBelanda, menentukanhargarempah-rempahsecarasemena-mena, melakukanpelayaranhongi, danmenebangitanamanrempahrempahmilikrakyat.Rakyat Maluku berontakatasperlakuanBelanda.Dipimpinoleh Thomas Matulessi yang nantinyaterkenaldengannamaKaptenPattimura, rakyat Maluku melakukanperlawananpadatahun
1817. Pattimuradibantuoleh Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, danseorangpejuangwanita Christina Martha Tiahahu. PerangmelawanBelandameluaskeberbagaidaerah di Maluku, seperti Ambon, Seram, Hitu, dan lain-lain.
Belandamengirimpasukanbesarbesaran.PasukanPattimuraterdesakdanbertahan di dalambenteng.Akhirnya, Pattimuradankawan-kawannyatertawan.Padatanggal 16 Desember 1817, Pattimuradihukumgantung di depanBenteng Victoria di Ambon.


c. PerangPadri (1821-1837)
PerangPadribermuladaripertentanganantarakaumadatdankaum agama (kaumPadri).KaumPadriinginmemurnikanpelaksanaan agama Islam.GerakanPadriituditentangolehkaumadat.Terjadilahbentrokan- bentrokanantarakeduanya.Karenaterdesak, kaumadatmintabantuankepadaBelanda.BelandabersediamembantukaumadatdenganimbalansebagianwilayahMinangkabau.PasukanPadridipimpinolehDatukBandaro.SetelahbeliauwafatdigantiolehTuanku Imam Bonjol.PasukanPadridengantaktikperanggerilya, berhasilmengacaukanpasukanBelanda.Karenakewalahan, Belandamengajakberunding.Padatahun
1925 terjadigencatansenjata.BelandamengakuibeberapawilayahsebagaidaerahkaumPadri.PerangPadrimeletuslagisetelahPerangDiponegoroberakhir.Tahun 1833 terjadipertempuranhebat di daerahAgam.Tahun 1834 BelandamengepungpasukanBonjol.NamunpasukanPadridapatbertahansampaidengantahun 1837.Padatanggal 25 Oktober 1837, benteng Imam Bonjoldapatditerobos.Beliautertangkapdanditawan.




d. PerangDiponegoro (1925-1830)
PerangDiponegoroberawaldarikekecewaanPangeranDiponegoroatascampurtanganBelandaterhadapistanadantanahtumpahdarahnya.KekecewaanitumemuncakketikaPatihDanurejaatasperintahBelandamemasangtonggak-tonggakuntukmembuatrelkeretaapimelewatimakamleluhurnya. DipimpinPangeranDiponegoro, rakyatTegalrejomenyatakanperangmelawanBelandatanggal 20 Juli 1825. DiponegorodibantuolehPangeranMangkubumisebagaipenasehat, PangeranNgabehiJayakusumasebagaipanglima, danSentot Ali BasyahPrawiradirjasebagaipanglimaperang.PangeranDiponegorojugadidukungolehparaulamadanbangsawan.Daerah-daerah lain di JawaikutberjuangmelawanBelanda.Kyai Mojo dari Surakarta mengobarkanPerangSabil.Antaratahun 1825-1826 pasukanDiponegoromampumendesakpasukanBelanda.Padatahun 1827, Belandamendatangkanbantuandari Sumatra dan Sulawesi.Jenderal De Kockmenerapkantaktikperangbentengstelsel.TaktikiniberhasilmempersempitruanggerakpasukanDiponegoro.BanyakpemimpinpasukanPangeranDiponegorogugurdantertangkap.Namundemikian, pasukanDiponegorotetapgigih.Akhirnya, Belandamengajakberunding.Dalamperundingan
yangdiadakantanggal 28 Maret 1830 di Magelang, PangeranDiponegoroditangkapBelanda. Beliaudiasingkandanmeninggal di Makassar.
e. Perang Banjarmasin (1859-1863)
Penyebabperang Banjarmasin adalahBelandamelakukanmonopoliperdagangan
danmencampuriurusankerajaan. Perang Banjarmasin dipimpinolehPangeranAntasari.
BeliaudidukungolehPangeranHidayatullah.Padatahun 1862 HidayatullahditahanBelandadandibuangkeCianjur.PangeranAntasaridiangkatrakyatmenjadi Sultan.Setelahituperangmeletuskembali.DalamperangituPangeranAntasariluka-lukadanwafat.

f. Perang Bali (1846-1868)

Penyebabperang Bali adalahBelandainginmenghapushukumtawankarangdanmemaksa Raja-raja Bali mengakuikedaulatanBelanda di Bali. Isi hukumtawankarangadalahkerajaanberhakmerampasdanmenyitabarangsertakapal-kapal yang terdampar di Pulau Bali.Raja-raja Bali menolakkeinginanBelanda.Akhirnya, Belandamenyerang Bali.Belandamelakukantiga kali penyerangan, yaitupadatahun 1846, 1848, dan 1849.Rakyat Bali mempertahankantanah air mereka.SetelahBulelengdapatditaklukkan, rakyat Bali mengadakanperangpuputan, yaituberperangsampaititikdarahterakhir.Di antaranyaPerangPuputanBadung (1906), PerangPuputanKusumba (1908), danPerangPuputanKlungkung (1908).Salah sautpemimpinperlawananrakyat Bali yang terkenaladalah Raja BulelengdibantuolehGustiKetutJelantik.
g. PerangSisingamangaraja XII (1870-1907)
PadasaatSisingamangarajamemerintahKerajaanBakara, Tapanuli, Sumatera Utara,
Belandadatang.BelandainginmenguasaiTapanuli.SisingamangarajabesertarakyatBakaramengadakanperlawanan.Tahun 1878, BelandamenyerangTapanuli.Namun, pasukan
Belandadapatdihalauolehrakyat.Padatahun 1904 BelandakembalimenyerangtanahGayo.PadasaatituBelandajugamenyerangdaerahDanau Toba.Padatahun 1907, pasukanBelandamenyerangkubupertahananpasukanSisingamangaraja XII di Pakpak.Sisingamangarajagugurdalampenyeranganitu.Jenazahnyadimakamkan di Tarutung, kemudiandipindahkankeBalige.
h. Perang Aceh (1873-1906)
Sejakterusan Suez dibukapadatahun 1869, kedudukan Aceh makinpentingbaikdarisegistrategiperangmaupununtukperdagangan.Belandainginmenguasai Aceh.Sejaktahun 1873 Belandamenyerang Aceh.Rakyat Aceh mengadakanperlawanan di bawahpemimpin-pemimpin Aceh antara lain PanglimaPolim, TeukuCikDitiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar, dan Cut NyakDien.Meskipunsejaktahun 1879 Belandadapatmenguasai Aceh, namunwilayahpedalamandanpegunungandikuasaipejuang-pejuang Aceh.PeranggerilyamembuatpasukanBelandakewalahan.Belandamenyiasatinyadenganstelselkonsentrasi, yaitumemusatkanpasukansupayapasukannyadapatlebihterkumpul.
Belandamengirim Dr. SnouckHurgronjeuntukmempelajarisistemkemasyarakatanpenduduk Aceh. Dari penelitian yang dibuatnya, Hurgronjemenyimpulkanbahwakekuatan
Aceh terletakpadaperanparaulama.Penemuannyadijadikandasaruntukmembuatsiasatperang yang baru.Belandamembentukpasukangerakcepat(Marchose) untukmengejar
danmenumpasgerilyawan Aceh. DenganpasukanmarchoseBelandaberhasilmematahkanserangangerilyarakyat Aceh.Tahun 1899, Teuku Umar gugurdalampertempuran di Meulaboh.Pasukan Cut NyakDien yang menyingkirkehutandanmengadakanperlawananjugadapatdilumpuhkan.






















4.Berakhirnya Pemerintahaan Hindia-Belanda
Sejarah panjang masa berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda sebenarnya telah mulai muncul karena diberlakukannya Politik Etis . Dengan dilakukannya Politik Etis tersebut justru mengancam kedudukan pemerintahan Hindia Belanda karena Politik Etis dapat menghadirkan lahirnya golongan terpelajar. Golongan terpelajar inilah yang mempelopori lahirnya Pergerakan Nasional, gerakan-gerakan anti penjajahan banyak bermunculan pada masa ini. Dimulai dari masa pembentukan (1908-1920) berdiri organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam dan Indische Partij, masa radikal/nonkooperasi (1920-1930) berdiri organisasi seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI) dan Partai Nasional Indonesia (PNI) serta pada masa moderat/kooperasi (1930-1942) berdiri organisasi seperti Parindra, Partindo, dan GAPI. Di samping itu juga berdiri organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan organisasi perempuan.
Pihak Hindia Belanda mulai menjalankan tingkat penindasan baru untuk menanggapi perkembangan tersebut. Dalam masalah politik, gerakan anti penjajahan melanjutkan langkah-langkah yang tidak menghasilkan apa-apa. Pemerintahan Hindia Belanda memasuki tahapan yang paling menindas dan paling konservatif dalam sejarahnya pada abad XX.
Tanda-tanda runtuhnya pemerintahan Hindia Belanda semakin menguat ketika berkobar Perang Dunia II di Eropa yang ditandai dengan penyerbuan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939, kemudian Jerman yang pada saat itu dipimpin oleh Hitler menyerbu negeri Belanda pada tanggal 10 Mei 1940 yang menyebabkan pemerintah Belanda lari ke pengasingan ke London. Pada bulan September 1940, Pakta Tiga Pihak mengesahkan persekutuan Jepang-Jerman Italia. Prancis dikalahkan oleh Jerman pada bulan Juni 1940. Pada bulan September, pemerintah Prancis di Vichy yang bekerja sama dengan pihak Jerman memperbolehkan Jepang membangun pangkalan-pangkalan militer di Indo-Cina yang merupakan jajahan Prancis. Pada saat itu pemimpin-pemimpin Jepang mulai terang-terangan tentang “pembebasan” Indonesia. Di Den Haag sebelum jatuhnya negeri Belanda dan di Batavia sesudah itu, Jepang mendesak agar Belanda memperbolehkan memasuki Indonesia seperti mereka diperbolehkan di Indocina, tetapi perundingan-perundingan itu akhirnya mengalami kegagalan pada bulan Juni 1941 dan pada bulan Juli balatentara Jepang di Indocina diperkuat. Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe sebagai Perdana Menteri. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk industri di Jepang, maupun untuk keperluan perang.































BAB IV
PENUTUP

1.Kesimpulan
Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1596-1811,dan yang kedua kalinya pada tahun 1814-1904. Tujuan kedatangan Belanda ke Indonesia adalah untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Dan untuk melancarkan usahanya, Belanda menempuh beberapa cara yaitu membentuk VOC pada tahun 1902 dan membentuk pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Setelah masa penjajahan itu usai, Belanda meninggalkan kebudayaan dan kebijakan-kebijakan yang sebagian masih di pakai oleh Indonesia.
Indonesia pada masa pemerintahan Hindia-Belanda abad XIX sudah mengalami berbagai pergantian Gubernur Jendral tetapi yang paling menyengsarakan rakyat yaitu pada masa Gubjen, Rafles, Daendels, Van den Bosch, dan van Hogendrop. Yang menerapkan system tanam paksa, penyerahan wajib hasil pertanian, penyewaan tanah kepada rakyat, penyewaan desa pada pihak swasta dan pembuatan jalan dari Anyer sampai Panarukan.
2.Analisis
Indonesia pernah merasakan dijajah oleh negara lain, seperti Portugis dan Inggris. Akan tetapi penjajahan itu tidak begitu lama. Baru setelah itu bangsa Indonesia mulai dijajah kembali oleh bangsa barat yaitu Belanda yang kurang lebih selama 300 tahun lamanya. Pada awalnya Belanda hanya ingin melakukan perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Akan tetapi melihat kondisi Indonesia yang begitu kaya akan rempah-rempah VOC berniat melakukan monopoli perdagangan. VOC merupakan persatuan dari berbagai perseroan dan disahkan dengan suatu piagam yang memberi hak khusus untuk berdagang, berlayar dan memegang kekuasaan. Jadi pada saat pemerintahan Hindia-Belanda, masyarakat sangat tertindas karena adanya sistem tanam paksa dan kerja rodi dan pemerintahan yang hanya mengntungka pemerintahan Belanda, tidak memperhatikan rakyat.
4.          Saran
Kita sebagaigenerasimudapenerusbangsaharusmenghargaiperjuanganpahlawan yang telahgugur.Dapatkitawujudkandenganmenghargaiwaktu yang adadantidakmenyia – nyiakannya.


DAFTAR PUSTAKA

Kantaprawira, Rusadi, 1999, Sistem Poloitik Indonesia: Suatu Model Pengantar, Bandung, Sinar Baru Algensindo.
Budiardjo Miriam, 2010, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama.
Wardono, Agus, 2006, Sejarah, Klaten, Viva Pakarindo.